Selasa, 11 Februari 2014

Promotion buy 3 get 1


 Keripik ubi- kalo gak suka langsung makan ubinya, ga ada sa;ahnya nyoba keripik ubi ungu, rasa manis dan gula merahnya meleleh di mulut, yakin ga bosen dah makan ne keripik :)


Original - rasa asli dari beras ketan, di tambah bumbu rahasia di jamin melejit rasanya


 Pedas - rasa asli di tambah cabe merah, di tambah bumbu leluhur sunda di jamin melejit nagih rasa pedasnya


Bayam pedas - bayam di mix sama beras ketan di campu cabe merah di tambah bumbu rahasia membuat rasa jitrex bayam ini unik dan lezat untuk di nikmati


Bayam - sudah umum kalo bayam di bikin keripik, inovasi terbaru bayam di mix pake ketan di tambah bumbu rahasia di jamin melejit dan ga bakalan bosen ngemil ne jitrex


Ubi ungu - bermacam2 khasiat dari ubi ungu, ubi ungu di mix sama ketan merah layak buat di coba dan di nikmati dengan rasa manisnya yg gak ngebosenin

Jumat, 17 Januari 2014

khasiat ubi ungu dari magetan

Sepertinya tidak mudah mendapatkan jenis makanan yang kalo dalam bahasa jawa disebut dengan "telo ungu" ini di kota besar. Bahkan ketika searching di mbah gugel dengan kata kunci manfaat ubi ungu-pun, hasilnya adalah sepi. Dari sekian yang didapatkan dari hasil pencarian, saya mengambil dua weblog yang cukup membantu. Dua weblog ini menyajikan dua hal yang hampir kontras, bukan berlawanan, tapi mereka menyajikan "ubi ungu"-nya dengan cara yang berbeda.
Ternyata manfaat ubi ungu melebihi yang ada di otak saya, sangat luar biasa, bahkan bisa rugi kalo tidak mengkonsumsinya. Meski jenis makanan ini terkesan kampungan, tapi manfaat yang dikandungnya malahan melebihi makanan modern yang ada di perkotaan.


Pigmen warna ungu pada ubi ungu bermanfaat sebagai antioksidan karena dapat menyerap polusi udara, racun, oksidasi dalam tubuh, dan menghambat penggumpalan sel-sel darah. Kalo seperti ini, sepertinya ubi ungu ini justru cocok untuk dikonsumsi orang kota. Ubi ungu juga mengandung serat pangan alami yang tinggi, prebiotik, kadar Glycemic Index rendah, dan oligosakarida.

Selain itu, ubi ungu juga mengandung lisin, Cu, Mg, K, Zn rata-rata 20%. Dia juga merupakan sumber karbohidrat dan sumber kalori yang cukup tinggi. Ditambah dengan sumber vitamin dan mineral, vitamin yang terkandung dalam ubi jalar antara lain vitamin A, vitamin C, thiamin (vitamin B1), dan riboflavin. Sedangkan mineral dalam ubi jalar diantaranya adalah zat besi (Fe), fosfor (P), dan kalsium (Ca).

Kandungan lainnya adalah protein, lemak, serat kasar dan abu. Total kandungan antosianin bervariasi pada setiap tanaman dan berkisar antara 20 mg/100 g sampai 600 mg/100 g berat basah. Total kandungan antosianin ubi jalar ungu adalah 519 mg/100 g berat basah.

Antosianin ubi ungu juga memiliki fungsi fisiologis misal antioksidan, antikanker, antibakteri, perlindungan terhadap kerusakan hati, penyakit jantung dan stroke. Ubi ungu bisa menjadi anti kanker karena didalamnya ada zat aktif yang dinamakan selenium dan iodin dan dua puluh kali lebih tinggi dari jenis ubi yang lainnya. Ubi jalar ungu memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri 2,5 dan 3,2 kali lebih tinggi daripada beberapa varietas “blueberry”, selain itu juga baik untuk mendorong kelancaran peredaran darah.



Khasiat :
1. PEWARNA MAKANAN ALAMI:

Kandungan antosianin yang tinggi pada ubi jalar ungu serta mempunyai stabilitas yang tinggi dibanding anthosianin dari sumber lain, membuat tanaman ini sebagai pilihan yang lebih sehat dan sebagai alternatif pewarna alami. Beberapa industri pewarna dan minuman berkarbonat menggunakan ubi ungu sebagai bahan mentah penghasil anthosianin. Selain itu juga industri es krim, minuman beralkohol, pie dan roti. Ubi jalar ungu juga telah dikembangkan dalam bentuk produk es krim, sirup dan anggur asam.

2. ANTIOKSIDAN, ANTIKANKER, ANTIBAKTERI:
Antosianin ubi jalar ungu juga memiliki fungsi fisiologis misal antioksidan, antikanker, antibakteri, perlindungan terhadap kerusakan hati, penyakit jantung dan stroke. Ubi jalar ungu bisa menjadi anti kanker karena didalamnya ada zat aktif yang dinamakan selenium dan iodin dan dua puluh kali lebih tinggi dari jenis ubi yang lainnya. Ubi jalar ungu memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri 2,5 dan 3,2 kali lebih tinggi daripada beberapa varietas “blueberry”.

3. Ubi jalar ungu juga baik untuk mendorong kelancaran peredaran darah.

7 Manfaat Makan Ubi Jalar Ungu

Ubi jalar ini memiliki nama latin Ipomea batatas poiret memiliki Kandungan ubi jalar ungu memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis ubi yang lain, yakni dari 100 gr ubi ungu mengandung vitamin A kurang lebih 7.700 mg mengalahkan kandungan vitamin A pada buah tomat dan bit.

Kandungan ubi jalar ungu yang lain di antaranya Zn, K, Mg, Cu, lisin, vitamin C, B1, mineral, lemak, protein, serat kasar, dan juga termasuk sumber karbohidrat tinggi.

Adapun khasiat ubi jalar ungu bagi kesehatan antara lain sebagai berikut:

1. Melancarkan aliran darah
Zat antosianin (pigmen warna ungu) pada ubi jalar ungu ini merupakan zat anti-oksidan yang mampu menyerap polusi udara, serta mampu menghambat pembekuan darah sehingga aliran darah menjadi lancar.

2. Mencegah kanker
Kandungan betakaroten, vitamin C, dan E dapat berfungsi sebagai anti-oksidan yang mencegah pertumbuhan sel-sel kanker dan berbagai penyakit kardiovaskuler.

3. Melancarkan pencernaan
Serat dan pektin yang ada dalam ubi jalar ungu ini mampu melancarkan pencernaan sehingga gangguan pencernaan seperti sembelit dan wasir bisa diatasi.

4. Anti-oksidan
Antosianin pada ubi jalar ungu ini juga memiliki fungsi sebagai anti-oksidan, anti-kanker, anti-bakteri, serta melindungi terhadap kerusakan hati, serangan stroke, hingga penyakit jantung.

5. Anti-kanker
Zat selenium dan iodin dalam ubi jalar ungu 20 kali lebih tinggi dari ubi lain sehingga bisa menjadi sel anti-kanker.

6. Anti-bakteri
Aktivitas anti-bakteri dalam ubi jalar ungu 3,2 kali lebih tinggi dibanding berbagai varietas blueberry.

7. Sumber karbohidrat
Kandungan karbohidrat yang tinggi dalam ubi jalar ungu ini bisa dijadikan alternatif sebagai pengganti nasi. Selain itu warna ungu ubi ini juga bisa dijadikan pewarna alami makanan.[*]

Sumber Berita: www.indonesiarayanews.com
http://indonesiarayanews.com/read/2013/04/29/61261/rss.xml#ixzz2qfxHZNa7

Ubi Jalar Ungu: Sahabat Diabetesi

Kulit dan umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. var. Ayamurasaki), berwarna ungu kehitaman (ungu pekat) sehingga sering disebut Ipomoea blackie. Warna ungu ini karena pigmen antosianin, yang merupakan zat antioksidan yang membantu tubuh menangkal radikal bebas.

Dibandingkan dengan ubi jalar putih, tekstur ubi jalar ungu lebih berair dan kurang masir (sandy), tetapi lebih lembut. Rasanya tidak semanis yang putih, padahal kadar gulanya sama. Kadar antosianin yang tinggi, membuat ubi ungu sering dijuluki The King of Sweet Potatos.

Dua varietas ubi jalar ungu introduksi, yaitu Ayamurasaki dan Yamagawa-murasaki, saat ini telah diusahakan secara komersial di beberapa daerah di Jawa Timur. Kedua varietas ini pertama kali dikembangkan di Jepang. 

Varietas introduksi ini mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan ubi jalar lokal seperti Gunung Kawi dan Samarinda, baik dari aspek produktivitas, maupun warna ungu yang lebih pekat dan merata, mulai dari kulit sampai dagingnya.

Indeks Glikemik Rendah
Ubi ungu mulai banyak diminati konsumen yang peduli kesehatan karena mempunyai komposisi gizi yang baik dan fungsi fisiologis tertentu bagi kesehatan tubuh. Ubi jalar ungu kaya akan karbohidrat. Kandungan lemak dan proteinnya rendah sehingga dalam pengolahannya perlu dikombinasikan dengan bahan pangan lain sumber lemak dan protein. 

Karbohidrat ubi jalar ungu memiliki indeks glikemik rendah sehingga baik untuk penyandang diabetes. 
Karbohidrat ubi akan tercerna secara lambat di dalam saluran pencernaan sehingga memberi rasa kenyang lebih lama.

Ubi jalar ungu mengandung sejumlah vitamin dan mineral, antara lain vitamin A, B1, B6, dan C, serta mineral kalium, natrium, kalsium, magnesium, fosfor, besi, dan seng. 
Kandungan vitamin A ubi jalar ungu mencapai 7.700 mg per 100 g, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan vitamin A umbi bit dan tomat. 

Kandungan betakaroten dan vitamin C yang tinggi pada ubi jalar bermanfaat sebagai antioksidan pencegah kanker dan beragam penyakit kardiovaskular. Bila dimakan bersama kulitnya, ubi jalar rebus mengandung lebih banyak serat ketimbang oatmeal. Serat dan pektinnya baik untuk mencegah gangguan pencernaan, seperti wasir, sembelit, hingga kanker kolon. 

Antikanker 
Ubi jalar ungu juga mengandung pigmen antosianin yang lebih tinggi dari ubi jalar jenis lainnya. Antosianin adalah pigmen larut air yang secara alami terdapat pada berbagai jenis tumbuhan. 

Banyaknya kandungan antosianin dalam ubi jalar ungu tergantung pada intensitas warna ungunya. Semakin ungu warna ubi, kandungan antosianinnya semakin tinggi. Total kandungan antosianin ubi jalar ungu sekitar 519 mg/100 g berat basah. 

Pigmennya lebih stabil dibandingkan dengan antosianin dari sumber lain, seperti kubis merah, elderberi, bluberi, dan jagung merah. 

Kandungan antosianin yang tinggi serta stabilitasnya yang tinggi membuat ubi ungu layak sebagai pilihan yang lebih sehat dan alternatif pewarna alami. Selain jauh lebih aman dibandingkan dengan zat pewarna kimia buatan, penggunaan pewarna dari ubi jalar sekaligus menyehatkan, bahkan menjadi penawar racun. 

Aplikasi antosianin sebagai pewarna makanan dan minuman dapat dilakukan pada pH rendah seperti untuk minuman ringan, minuman beralkohol, manisan, saos, pikel, makanan beku atau kalengan, serta yoghurt. Faktor-faktor yang memengaruhi stabilitas antosianin adalah oksigen, pH, temperatur, cahaya, ion logam, enzim, dan asam askorbat. Antosianin akan lebih cepat rusak pada pH dan suhu yang tinggi.

Antosianin ubi ungu juga memiliki fungsi fisiologis sebagai antioksidan, antikanker, antibakteri, perlindungan terhadap kerusakan hati, penyakit jantung, dan stroke. Ubi ungu bermanfaat sebagai antioksidan karena dapat menyerap polusi udara, racun, oksidasi dalam tubuh, dan menghamghambat penggumpalan sel-sel darah. 

Ubi jalar ungu bisa menjadi antikanker karena di dalamnya terdapat zat aktif selenium, 20 kali lebih tinggi dari jenis ubi yang lain. Ubi jalar ungu juga memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri 2,5 dan 3,2 kali lebih tinggi daripada beberapa varietas bluberi. 

Sekelompok antosianin dalam ubi jalar mampu menghalangi laju perusakan sel radikal bebas akibat nikotin, polusi udara, dan bahan kimia lainnya. Antosianin berperan dalam mencegah penuaan, kemerosotan daya ingat, dan kepikunan. 

Antosianin juga memiliki kemampuan sebagai antimutagenik dan antikarsinogenik terhadap mutagen dan karsinogen yang terdapat pada bahan pangan dan olahannya, mencegah gangguan pada fungsi hati, antihipertensi, dan menurunkan kadar gula darah (antihiperglisemik).

sumber - http://bangka.tribunnews.com/2013/05/08/ubi-jalar-ungu-sahabat-diabetesi