Jumat, 17 Januari 2014

Ubi Jalar Ungu: Sahabat Diabetesi

Kulit dan umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. var. Ayamurasaki), berwarna ungu kehitaman (ungu pekat) sehingga sering disebut Ipomoea blackie. Warna ungu ini karena pigmen antosianin, yang merupakan zat antioksidan yang membantu tubuh menangkal radikal bebas.

Dibandingkan dengan ubi jalar putih, tekstur ubi jalar ungu lebih berair dan kurang masir (sandy), tetapi lebih lembut. Rasanya tidak semanis yang putih, padahal kadar gulanya sama. Kadar antosianin yang tinggi, membuat ubi ungu sering dijuluki The King of Sweet Potatos.

Dua varietas ubi jalar ungu introduksi, yaitu Ayamurasaki dan Yamagawa-murasaki, saat ini telah diusahakan secara komersial di beberapa daerah di Jawa Timur. Kedua varietas ini pertama kali dikembangkan di Jepang. 

Varietas introduksi ini mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan ubi jalar lokal seperti Gunung Kawi dan Samarinda, baik dari aspek produktivitas, maupun warna ungu yang lebih pekat dan merata, mulai dari kulit sampai dagingnya.

Indeks Glikemik Rendah
Ubi ungu mulai banyak diminati konsumen yang peduli kesehatan karena mempunyai komposisi gizi yang baik dan fungsi fisiologis tertentu bagi kesehatan tubuh. Ubi jalar ungu kaya akan karbohidrat. Kandungan lemak dan proteinnya rendah sehingga dalam pengolahannya perlu dikombinasikan dengan bahan pangan lain sumber lemak dan protein. 

Karbohidrat ubi jalar ungu memiliki indeks glikemik rendah sehingga baik untuk penyandang diabetes. 
Karbohidrat ubi akan tercerna secara lambat di dalam saluran pencernaan sehingga memberi rasa kenyang lebih lama.

Ubi jalar ungu mengandung sejumlah vitamin dan mineral, antara lain vitamin A, B1, B6, dan C, serta mineral kalium, natrium, kalsium, magnesium, fosfor, besi, dan seng. 
Kandungan vitamin A ubi jalar ungu mencapai 7.700 mg per 100 g, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan vitamin A umbi bit dan tomat. 

Kandungan betakaroten dan vitamin C yang tinggi pada ubi jalar bermanfaat sebagai antioksidan pencegah kanker dan beragam penyakit kardiovaskular. Bila dimakan bersama kulitnya, ubi jalar rebus mengandung lebih banyak serat ketimbang oatmeal. Serat dan pektinnya baik untuk mencegah gangguan pencernaan, seperti wasir, sembelit, hingga kanker kolon. 

Antikanker 
Ubi jalar ungu juga mengandung pigmen antosianin yang lebih tinggi dari ubi jalar jenis lainnya. Antosianin adalah pigmen larut air yang secara alami terdapat pada berbagai jenis tumbuhan. 

Banyaknya kandungan antosianin dalam ubi jalar ungu tergantung pada intensitas warna ungunya. Semakin ungu warna ubi, kandungan antosianinnya semakin tinggi. Total kandungan antosianin ubi jalar ungu sekitar 519 mg/100 g berat basah. 

Pigmennya lebih stabil dibandingkan dengan antosianin dari sumber lain, seperti kubis merah, elderberi, bluberi, dan jagung merah. 

Kandungan antosianin yang tinggi serta stabilitasnya yang tinggi membuat ubi ungu layak sebagai pilihan yang lebih sehat dan alternatif pewarna alami. Selain jauh lebih aman dibandingkan dengan zat pewarna kimia buatan, penggunaan pewarna dari ubi jalar sekaligus menyehatkan, bahkan menjadi penawar racun. 

Aplikasi antosianin sebagai pewarna makanan dan minuman dapat dilakukan pada pH rendah seperti untuk minuman ringan, minuman beralkohol, manisan, saos, pikel, makanan beku atau kalengan, serta yoghurt. Faktor-faktor yang memengaruhi stabilitas antosianin adalah oksigen, pH, temperatur, cahaya, ion logam, enzim, dan asam askorbat. Antosianin akan lebih cepat rusak pada pH dan suhu yang tinggi.

Antosianin ubi ungu juga memiliki fungsi fisiologis sebagai antioksidan, antikanker, antibakteri, perlindungan terhadap kerusakan hati, penyakit jantung, dan stroke. Ubi ungu bermanfaat sebagai antioksidan karena dapat menyerap polusi udara, racun, oksidasi dalam tubuh, dan menghamghambat penggumpalan sel-sel darah. 

Ubi jalar ungu bisa menjadi antikanker karena di dalamnya terdapat zat aktif selenium, 20 kali lebih tinggi dari jenis ubi yang lain. Ubi jalar ungu juga memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri 2,5 dan 3,2 kali lebih tinggi daripada beberapa varietas bluberi. 

Sekelompok antosianin dalam ubi jalar mampu menghalangi laju perusakan sel radikal bebas akibat nikotin, polusi udara, dan bahan kimia lainnya. Antosianin berperan dalam mencegah penuaan, kemerosotan daya ingat, dan kepikunan. 

Antosianin juga memiliki kemampuan sebagai antimutagenik dan antikarsinogenik terhadap mutagen dan karsinogen yang terdapat pada bahan pangan dan olahannya, mencegah gangguan pada fungsi hati, antihipertensi, dan menurunkan kadar gula darah (antihiperglisemik).

sumber - http://bangka.tribunnews.com/2013/05/08/ubi-jalar-ungu-sahabat-diabetesi

Kekayaan Ubi Jalar


Ubi jalar dinobatkan sebagai ‘juara satu’ dalam ‘kompetisi’ kekayaan nutrisi kelompok sayur-sayuran. Hal ini ‘diumumkan’ oleh asosiasi nutrisionis Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. Khususnya, ubi jalar kaya akan karbohidrat kompleks sehingga energi tidak sekaligus terlepas, melainkan secara berkala.

Selain itu, dalam setiap butir ubi jalar ukuran sedang, kandungan vitamin A-nya hampir dua kali lipat dari yang disarankan dikonsumsi setiap hari. Warna ungu pada ubi jalar ungu adalah zat antioksidan yang membantu tubuh menangkal radikal bebas.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C setiap hari, 42% bisa tercukupi dari mengonsumsi ubi jalar. Bahkan, beta carotene ubi jalar adalah 4 kali lipat dari yang dibutuhkan. Bila dimakan bersama kulitnya (tentunya setelah dicuci bersih), ubi jalar rebus mengandung lebih banyak serat dibanding oatmeal.

Kalorinya? Hanya 130-160. Jadi, cocok buat Anda yang sedang menjaga berat badan. Dengan catatan, ubi jalar direbus tanpa tambahan apa pun.

Ubi jalar pun sempurna bagi ‘ransum’ Anda yang menderita diabetes, karena kandungan indeks glikemiknya rendah. Karena ubi jalar tercerna perlahan di dalam lambung, gula darah meningkat pelan-pelan. Efeknya, Anda kenyang lebih lama.

Karena keunggulan ini, makin banyak orang di berbagai belahan dunia yang menempatkan ubi jalar dalam daftar sumber karbohidrat dalam program diet mereka.

Diet South Beach yang terkenal di Amerika Serikat, misalnya, ‘menerima’ ubi jalar dalam daftar bahan pangan layak konsumsi. Begitu pula Diet Atkins, yang merekomendasikan hanya 10 gram karbohidrat.

Ubi jalar kukus disarankan untuk menggantikan nasi, kentang ataupun jagung rebus. Pada Diet Sugarbusters, konsumsi ubi jalar sangat dianjurkan untuk menggantikan bahan pangan kaya gula dan karbohidrat, seperti nasi, pasta, dan jagung.



sumber - http://www.femina.co.id/diet/nutrisi/kekayaan.ubi.jalar/003/001/10

Ubi Ungu

Ubi ungu  mulai banyak diminati konsumen  yang peduli akan kesehatan karena mempunyai komposisi gizi yang baik dan memiliki fungsi fisiologis tertentu bagi kesehatan tubuh. Keberadaan senyawa antosianin pada ubi ungu  yaitu pigmen yang terdapat pada ubi  ungu berfungsi  antioksida, antikanker, antibakteria, perlindungan terhadap kerusakan hati, penyakit jantung dan stroke. Ubi jalar ungu juga mampu bertindak sebagai anti kanker karena terdapat zat aktif didalamnya yang dinamakan selenium dan iodin serta dua puluh kali lebih tinggi dari jenis ubi lain. Ubi jalar ungu juga memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri 2,5 dan 3,2 kali lebih tinggi daripada beberapa varietas “blueberry”.




Vitamin yang terkandung dalam ubi ungu antara lain: •    Vitamin A          
•    Vitamin C
•    Vitamin B1
•    Riboflavin
•    Zat besi (Fe)
•    Fosfor (P)
•    Kalsium (Ca)
•    Protein
•    Lemak
•    Serat kasar

Kandungan antosianin yang tinggi pada ubi jalar ungu mempunyai stabilitas yang tinggi berbanding anthosianin dari sumber lain membuat tanaman ini sebagai pilihan yang lebih sehat dan sesuai sebagai alternatif pewarna alami. Beberapa industri pewarna dan minuman berkarbonat menggunakan ubi ungu sebagai bahan mentah penghasilan anthosianin. Selain itu, ubi ini digunakan dalam industri pembuatan eskrim, minuman beralkohol, pie dan roti. Ubi jalar ungu juga telah dikembangkan dalam bentuk produk eskrim, sirup dan anggur asam.


sumber- http://www.jendela-alam.com/ubi-ungu.html
 

Padahal, sebagian besar dgangan Luthfi beredar dipusat-pusat perbelanjaan Solo. “Kerugian lumayan besar, karena hampir semua produk saya konsentrasikan di Solo, ungkap Lutfi. - See more at: http://kisahsukses.info/kisah-sukses-luthfi-yuniarto-dengan-bisnis-egg-roll-ubi-ungu.html#sthash.7cg8eiEZ.dpuf

Cara Mengukur Pedasnya Cabe

Satuan Scoville dinamai mengikuti nama Wilbur Scoville pada 1912. Saat itu, ia bekerja untuk sebuah perusahaan farmasi bernama Parke-Davis. Di sana ia mengembangkan satu tes yang disebut “Tes Scoville Organoleptic”. Tes ini adalah untuk yang mengukur tingkat kepedasan cabai.


Wilbur Scoville

Pada dasarnya, Scoville menghancurkan cabai dan mencampurkannya dengan air gula lalu mengujinya kepada satu kelompok pencicip yang menyeruput larutan air-gula-cabai ini. Ia kemudian mengencerkan larutan itu sedikit demi sedikit hingga tak lagi “membakar” lidah para pencicip. Setelah itu, ia memberi angka terhadap cabai tersebut berdasarkan jumlah pengenceran yang ia mesti lakukan untuk menghilangkan rasa pedasnya.



Ukuran ini dibagi ke dalam kelipatan 100. Catat bahwa 1 bagian per 1.000.000 pengenceran dengan water sama dengan 1,5 satuan Scoville. Capsaicin murni, zat yang membuat cabai terasa pedas, bernilai 15-16 ribu satuan Scoville. Ini luar biasa pedas! Anda bisa menyimak daftar tingkat kepedasan beraneka jenis cabai dan membandingkan tingkat kepedasan satu cabai dengan yang lain, serta laitannya dengan capsaicin murni.



Kini, pengujian tingkat kepedasan cabai tak sesubyektif yang dilakukan Wilbur Scoville lagi. Metodenya telah digantikan dengan High Performance Liquid Chromatography (HPLC), yang mengukur kepedasan cabai yang menghasilkan zat-zat kimia dan mengukurnya menggunakan satuan kepedasan ASTA (American Spice Trade Association/Asosiasi Perdagangan Rempah-Rempah Amerika).

Kamis, 16 Januari 2014

INILAH Anak Kecil yang Hobbinya Makan Cabe Rawit

 Anak ini memakan nya setiap hari, dan sampai sejauh ini belum ada masalah kesehatan dengan nya, tapi aneh juga untuk anak sekecil dia memakan banyak cabe rawit.


sumber = http://tegal-online.blogspot.com/2010/10/inilah-anak-kecil-yang-hobbinya-makan.html
Logo untuk rasa jitrex rasa original pink keungu2an.
Logo untuk rasa jitrex manis, ungu cerah